Haramjadah # 02
KOMIK

FREE UR BRAIN
by: Agung
KOMIK
 
'Arixx' by: Agung A Budiman
DRAWING:
 
'Untitled' By :
Andy Seno Ajii
ESSAI
KOMIKUS MUSIMAN DARI KELAS MENEGAH
Beng Rahadian |
DEMIAN VOGLER
Cukup mudah
bila kita ingin mencari komik di internet. Tinggal masukkan kata kunci di search engine,
maka ribuan link siap untuk dikunjungi
dan mungkin anda siap-siap kecewa di antara
ratusan sampai ribuan halaman web tersebut ternyata banyak yang biasa-biasa saja, tapi
lain jika anda bertemu dengan yang satu ini: Demian Vogler. Situs web yang beralamat di www.demian5.com ini berisi komik karya
Demian Vogler. Komik dengan judul When I Am King boleh dibilang sebagai karya yang
inovatif. Vogler benar-benar bisa memanfaatkan karakteristik web sebagai media komiknya.
Kita tentu telah terbiasa membaca komik dalam format kertas/buku, yang biasanya terbagi
halaman kiri dan kanan. Nah, ketika komik ditransfer ke media web, akan banyak wilayah
yang bisa dieksplorasi, begitu pula dengan Demian Vogler. Vogler memanfaatkan ruang web
yang luas dengan scrolling vertikal/horisontal, frame dalam web, hyperlink, dan animasi
sederhana untuk menciptakan efek-efek khusus yang tidak mungkin dijumpai dalam komik
konvensional (komik kertas/cetak).
When I Am King sendiri berkisah melalui tokoh-tokoh seperti: raja Egypt, dua pengawal
istana, seekor onta dan beberapa karakter lain. Bertutur dengan gaya yang simpel, penuh
dengan simbol /ikon, dan sama sekali tidak menggunakan text/huruf. Lebih jauh lagi, Vogler
tidak menggunakan alur bercerita seperti komik pada umumnya yang dirangkai dari bingkai
panel ke panel. Vogler justru menggunakan cara bercerita mengadopsi relief gambar Mesir
kuno. Sebagian besar komiknya ditampilkan dalam format horisontal memanjang hingga kita
seperti membaca dinding-dinding relief. Dengan segala kesederhanaannya, komik ini justru
sanggup mengekspresikan emosi, kejenakaan-kejenakaan yang tak terduga, kekecewaan,
kemarahan, mimpi, keputusasaan melalui karakter-karakternya tanpa menggunakan teks. Dari
awal proses kreatifnya, Vogler sendiri mengakui memang tidak memikirkan kata-kata dalam
merangkai cerita, tetapi langsung membayangkan dan memikirkan sekuen-sekuen gambar sebagai
kerangkanya.
Terbayangkah
anda sebuah komik dikerjakan tanpa segorespun pensil di kertas? Vogler benar-benar
mengerjakan seluruhnya secara digital. Dengan bermodal software seperti Illustrator,
Photoshop dan Image ready, dari sket hingga pewarnaan semua dikerjakan dengan komputer.
Hasilnya When I Am King menjadi begitu jernih dan lugas dalam bertutur. Kesederhanaan
gambar dan cerita justru menjadikan komik ini begitu mudah dicerna oleh siapapun dan anda
akan tersenyum atau bahkan tertawa terbahak-bahak tanpa berpikir dua kali.
Komik ini begitu populer di internet, tak heran jika When I Am King menjadi salah satu
nominator web comic terbaik Ignatz Award, bersaing dengan karya-karya web comic Scott
McCloud. Vogler sendiri ternyata bukan seorang komikus profesional, pekerjaan utamanya
saat ini adalah desainer grafis. Pengerjaan komik onlinenya benar-benar dilakukan dengan
cara independen, termasuk teknis pembuatan websitenya, semua dikerjakan sendiri. Untuk
menyelesaikan tiap segmen komiknya, Vogler bisa bekerja di depan komputer selama 11-20
jam. Mungkin dengan semakin populernya When I Am King, Vogler akan segera berpikir untuk
menyudahi profesinya sebagai desainer grafis dan hidup dari komik-komiknya.
Akhir-akhir ini memang cukup banyak komikus-komikus yang berkiprah di dunia maya, tetapi
sebagian besar masih sekedar memindah format komik kertas ke halaman web. Untuk saat ini
mungkin hanya beberapa saja yang sangat inovatif dalam memanfaatkan web sebagai media
komik. Salah satunya tentu Demian Vogler. [gunk]
Sumber:
www.demian5.com
www.comicgate.de
|